Wednesday, April 29, 2009

Friday, May 02, 2008

Phone Recorder Electronic Circuit



This recorder can be connected to the telephone lines just about any place, and no external power source is needed. The tape recorder's switch terminals are applied to a pair of transistors, connected as Darlingtons, that are used to turn the recorder on and off. When the telephone is off-hook there's usually about 50 Vdc across the phone thats divided over R1, R2, and R4, so that Q1's base is negative enough to keep the recorder off. Pick up the receiver, and the voltage drops to 5 V. That leaves not quite-enough voltage on Q1's base to keep that transistor at cutoff, so the recorder begins. Remember to keep your recorder's switch in the on position, and depending on how many people use the telephone, remember to rewind or change tapes occasionally!

Tuesday, April 22, 2008

Mesin Jet

Mesin jet adalah sebuah jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering digunakan dalam pesawat. Prinsip seluruh mesin jet pada dasarnya sama; mereka mempercepat massa (udara dan hasil pembakaran) ke satu arah dan dari hukum gerak Newton ketiga mesin akan mengalami dorongan ke arah yang berlawanan. Yang termasuk mesin jet antara lain turbojet, turbofan, rocket, ramjet, dan pump-jet.
Mesin ini menghirup udara dari depan dan mengkompresinya. Udara digabungkan dengan bahan bakar, dan dibakar. Pembakaran menambah banyak peningkatan energi dari gas yang kemudian dibuang ke belakang mesin. Proses ini mirip dengan siklus empat-gerak, dengan induksi, kompresi, penyalaan, dan pembuangan terjadi secara berkelanjutan. Mesin menghasilkan dorongan karena percepatan udara yang melaluinya; gaya yang sama dan berlawanan yang dihasilkan adalah dorongan bagi mesin.
Mesin jet mengambil massa udara yang relatif sedikit dan mempercepatnya dengan jumlah yang besar, di mana sebuah pendorong mengambil massa udara secara besar dan mempercepatnya dalam jumlah kecil. Pembuangan kecepatan tinggi dari mesin jet membuatnya efisien pada kecepatan tinggi (terutama kecepatan supersonik) dan ketinggian tinggi. Pada pesawat pelan dan yang membutuhkan jarak terbang pendek, pendorong yang menggunakan turbin gas, yang umumnya dikenal sebagai turboprop, lebih umum dan lebih efisien. Pesawat sangat kecil biasanya menggunakan mesin piston untuk menjalankan pendorong tetap turboprop kecil semakin lama semakin kecil dengan berkembangnya teknologi teknik.
Efisiensi pembakaran sebuah mesin jet, seperti mesin pembakaran dalam lainnya, dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan. Dalam mesin turbin kompresi udara dan bentuk "duct" yang melewati ruang pembakaran mencegah aliran balik dari situ dan membuat pembakaran berkelanjutan dimungkinkan dan proses pendorongan.
Mesin turbojet modern modular dalam konsep dan rancangan. Inti penghasilan-tenaga utama, sama dalam seluruh mesin jet, disebut sebagai generator gas. Dan juga modul tambahan lainnya seperti gearset pengurang dorongan (turboprop/turboshaft), kipas lewat, dan "afterburner". Jenis alat tambahan dipasang berdasarkan penggunaan pesawat.
Sejarah pengembangan mesin jet
Mesin jet sebenarnya diawali ketika seorang insinyur Perancis, Rene Lorin pertama kali mengajukan paten bagi mesin propulsi jetnya pada tahun 1913. Mesin yang dipatenkan adalah mesin athodyd (aero-thermodynamic-duct) yang tidak memiliki bagian berputar atau lebih populer dengan sebutan mesin pulse jet. Mesin tipe inilah yang kemudian dikembang dan dijadikan mesin tenaga utama pendorong bom terbang Jerman, V-1 yang dipakai untuk mengebom Inggris.
Sayangnya konsep mesin Lorin kurang cocok bagi pesawat berpropulsi jet karena tidak efisien dalam kecepatan rendah. Sementara pada zaman Lorin, belum memungkinkan membuat mesin semacam itu. Lagipula, belum diperkenalkan bahan tahan panas yang dibuat dan dikembangkan. Mesin type Lorin ini memiliki konsep yang serupa dengan mesin ramjet yang kemudian diperkenalkan.
Selanjutnya, seorang perwira Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF), Frank Whittle kemudian seorang mahasiswa aerodinamika Universitas Gottingen, Hans von Ohain (Jerman) serta insinyur Italia, Secondo Campini mengembangkan mesin jet yang kemudian prinsip dan konsepnya dikenal pada masa-masa sekarang yakni menggunakan komponen-komponen berputar seperti kompresor dan turbin.
Sejarah mencatat bahwa Frank Whittle mengajukan paten pada tahun 1930 namun awalnya kurang mendapat perhatian dari Kementerian Udara Inggris. Akibatnya, penemuan Whittle tidak menjadi rahasia militer dan detaik konsep mesin jetnya bocor serta dimuat di berbagai jurnal ilmiah dan teknologi 1,5 tahun kemudian. Namun atas jasa mantan rekannya di RAFserta pembiayaan untuk pengembangan dari O.T. Falk & Partners Ltd. maka Whittle membentuk perusahaan Power Jets yang akhirnya berhasil mengembangkan mesin jet dan mendapat kontrak di Angkatan Udara Inggris. Mesinnya berupa type W-1X yang kemudian ditahun 1942 diminta lisensinya oleh Amerika Serikat.
Mesin type W-1X inilah diujicoba pertama kali pada bulan Desember 1940 kemudian dimodifikasi dan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai tenaga dalam pesawat udara. Pesawat bermesin jet Inggris pertama kali diterbangkan oleh pilot uji Gerry Sayer pada tanggal 15 Mei 1941 dengan pesawat Gloster E.28/39.
Secondo Campini dari Italia membuat mesin jet pada tahun 1933 dan bergabung dengan perancang pesawat Giavasi Caproni membuat pesawat CC-2 bermesin jet yang terbang perdana pada tanggal 27 Agustus 1940. Media massa Italia mencatatnya sebagai pesawat terbang jet pertama di dunia.
Hans von Ohain mendaftarkan paten rancangan mesin jetnya pada tahun 1935. Meski kemudian mesinnya dianggap serupa dengan konsep Whittle, namun terdapat banyak detil perbedaan dalam mesin rancangannya. Kemudian salah seorang profesornya yang kenal Ernst Heinkel, pemilik perusahaan industri pesawat Heinkel meminta agar Hans von Ohain dilibatkan dalam proyek membuat mesin pesawat. Pada bulan Maret 1937, sebuah mesin berdaya dorong 550 pon berhasil dibuatnya, kemudian mesin berdaya dorong 1.980 pon yang kemudian dianggap kurang berhasil serta mesin berdaya dorong 1.100 pon yang penuh modifikasi yang kemudian dibuat untuk pesawat Heinkel He. 178 yakni mesin turbojet HeS-3b. Pada tanggal 27 Agustus 1939, pesawat Heinkel He-178 kemudian sukses melakukan terbang perdananya di landasan Marienehe dengan pilot uji Luftwaffe (AU Jerman), Eric Warsitz. Pengembangan mesin dan pesawat jet yang pertama di dunia ini dirahasiakan oleh Nazi guna kepentingan militernya. Lima hari kemudian pada tanggal 1 September 1939, tentara Hitler menyerang Polandia yang menjadi awal Perang Dunia II. Kerahasiaan inilah yang membuat pandangan umum di dunia bahwa Italia dan Inggris sebagai perintis dalam teknologi mesin jet.
Di Asia, Jepang mulai melirik mesin jet untuk kepentingan penerbangan terutama militernya pada tahun 1937 saat Jepang membeli mesin Brown-Boveri yang dilengkapi turbocharger dari Swiss. Dari dasar inilah, tidak mengeherankan setelah mendapatkan dari sekutunya, Jerman berupa rancangan pesawat tempur Messerschmicht Me-262, Jepang mengembangkan mesin jet Ne-20 untuk mentenagai pesawat jet tempur pertamanya Kikka, yang mirip dengan jet tempur Jerman tersebut.
Sementara Rusia/Uni Soviet disebut-sebut mendapatkan teknologi mesin jet setelah pesawat tempur jet Jerman jatuh ketangannya, serta bantuan dari Inggris berupa mesin jet Rolls-Royce Nene. Mesin inilah yang dikembangkan Uni Soviet yang kemudian digunakan dalam pesawat tempur jet MiG-15 Fagot yang dipakai dalam Perang Korea yang berkemampuan cukup mematikan.
Amerika Serikat mendapatkan paten/lisensi mesin jet dari Inggris rancangan Frank Whittle, W-1X. Hal ini tidak terlepas dari peran Mayor Jenderal H.H. Arnold, Deputy Chief-of-Staff for Air yang dikemudian memegang pimpinan US Army Air Forces dalam Perang Dunia II, juga dikenal sebagai Bapak dari United States Air Force (USAF) yang saat itu diundang oleh Kementrian Udara Inggris dalam penerbangan perdana pesawat mesin jet-nya. Jendral Arnold kemudian mendesak pemerintah segera mempercepat Amerika Serikat untuk memasuka abad jet, tanpa ragu kemudian ia menunjuk pabrik General Elecric (GE) untuk melakukan riset teknologinya, mengingat GE dalam riset teknologi turbin dan pengalaman pada 1917-1941 dengan turbo-supercharger. Sementara pabrik mesin lainnya, Pratt & Whitney] dan Wright tatakala itu sudah terlalu padat dengan kontrak militer sehingga tidak dilibatkan. Program ini sangat rahasia dan bahkan rancangan dokumen tersebut diserahkan Arnold kepada Wakil Presiden GE, R.C. Muir dalam suatu rapat rahasia.
Berdasarkan rancangan mesin type W-1X inilah, AS mengembangkan mesin Type I-A yang disebut dengan sebutan kamuflase Type I (eye) supercharger components. Semua orang di GE hanya mengetahui pabriknya sedang membuat turbosupercharger raksasa yang lebih kuat. Mesin jet pertama Amerika ini diujicoba pertama kali pada 18 Maret 1942 namun mengecewakan. GE kemudian mengadakan perbaikan dan modifikasi sehingga sebulan kemudian, 1 April 1942, mesin ini diujicoba dengan memuaskan.
Kerahasiaan proyek Type I-A menyentuh Frank Whittle yang kemudian tiba di Amerika Serikat pada Juni 1942 guna memberi nasehat dan saran sebelum mesin dipasang pada pesawat jet pertama AS, Bell XP-49A. Pesawat ini kemudian diujiterbangkan pertama kali pada tanggal 2 Oktober 1942 diatas Muroc Dry Lake, California yang kemudian dikenal sebagai Edwards Air Force Base. Namun karena proyek ini adalah proyek rahasia, pesawat Bell XP-59A ini kemudian diberi propeler atau baling-baling tipuan (dummy) pada hidung pesawat sehingga banyak yang menyangka pesawat ini adalah pesawat bermesin tunggal konvensional
Mesin Turbojet Nuklir
Enam tahun setelah pemboman nuklir pertama di Hiroshima dan Nagasaki, sebuah proyek rahasia diluncurkan dari badan nuklir AS (Atomic Energy Commission/AEC) dan Angkatan Udara Amerika Serikat yang pelaksanaannya ditugaskan kepada GE yang kemudian bersekutu dengan pabrik pesawat Convair untuk mempelajari dalam kurun waktu lima tahun apakah pesawat udara bertenaga mesin jet nuklir dapat dibuat.
GE kemudian membentuk Departemen Propulsi Nuklir (Aircraft Nuclear Propulsion Department/ANPD) yang menangani proyek ambisius Amerika Serikat dalam kompleks Evendale yang dijaga secara ketat untuk menjamin kerahasiaannya. Pesaingnya Pratt & Whitney (P & W) berkongsi dengan pabrik pesawat Lockheed (kini Lockheed Martin) tidak ketinggalan menyelenggarakan proyek yang sama meski tidak ditunjuk pemerintah AS.
Proyeknya diberi sandi X211 dibawah kendali Bruno Bruckmann, seorang veteran mesin jet Jerman dalam Perang Dunia II, juga orang kedua dalam pabrik Bavarian Motor Works (BMW) yang membuat berbagai mesin pesawat terbang termasuk mesin jet untuk Angkatan Udara Jerman dalam perang. Teknisi lain yang dilibatkan adalah Hans von Ohain, ahli roket Jerman Werner von Braun dan Peter Kappus (yang kemudian menjadi ahli mesin jet GE dan yang mengkonsep sistem lepas landas dan mendarat secara vertikal/Vertical Take-off Landing atau VTOL). Teknisi-teknisi Jerman tersebut dibawa ke Amerika dalam operasi rahasia yang terkenal dengan Operation Paper Clip guna memperkuat posisi Amerika Serikat dalam bidang teknologi dalam menghadapi Perang Dingin dengan Uni Soviet.
Mesin X211, yang kemudian merupakan mesin raksasa ini, memiliki konsep yang sederhana, yakni mesin turbin gas yang terdiri dari dua mesin dipadukan dalam satu sumber reaktor nuklir yang dilengkapi dengan variable stator compressor. Kemudian pada dasarnya adalah mesin turbojet dengan afterburner. Panjang mesin ini adalah 41 kaki (sekitar 12 meter) dengan afterburner yang dapat menghimpun tenaga dorong sebesar 34.600 pound.
Baik pabrik GE/Convair dan P & W/Lockheed butuh waktu untuk mengembangkan mesin jet nuklir ini, terutama sekali segi keamanan radiasi nuklir yang mungkin ditimbulkannya. Sehingga menjelang tutup tahun 19556 pun belum bisa menyodorkan data apakah memungkinkan atau tidak mesin tersebut dapat mentenagai pembom WS-125.
Angkatan Udara jadi kurang sabar dan mengambil kesimpulan bahwa pesawat pembom WS-125 kurang efektif sebagai pesawat pembom strategis sehingga programnya dibekukan. Namun demikian GE tetap melanjutkan proyek X211 meski tidak ada target penggunaannya. Program X211 akhirnya dihentikan pada tahun 1959. Sementara antara tahun 1956-1959 ada perdebatan dalam Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat mengenai dana pengembangan pesawat pembom konvensional versus pembom strategis bermesin turbojet nuklir.
Secara resmi proyek mesin jet nuklir ini akhirnya dinyatakan pengembangannya pada tahun 1961, tatkala dana untuk pengembangannya dicoret dari anggaran Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Mesin X-211 pun hanya menjadi bagian sejarah. Proyek ini sebenarnya mencerminkan keseriusan Amerika Serikat yang pada awalnya tertinggal dalam penemuan dan pengembangan mesin jet.
Perkembangan teknologi mesin jet
Mesin jet atau yang juga dikenal sebagai mesin turbin gas juga dikembangkan tidak hanya untuk pesawat terbang tetapi juga untuk kapal dan di darat untuk kendaraan terutama kendaraan berat seperti tank dan mesin-mesin pembangkit listrik dan mesin untuk industri. Ada empat jenis mesin turbojet antara lain mesin turbojet dan turbofan yakni mesin yang tenaganya diperoleh dari reaksi yang didapat dari daya dorong semburan jet-nya. Jenis yang lain adalah turboprop dan turboshaft yang bekerja dengan prinsip lain yakni energi dari gas panasnya digunakan untuk memutar/menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan baling-baling atau dikenal juga dengan sebutan power output shaft.
Mesin rekasi jet sederhana kemudian dikembangkan menjadi twin-spool low by pass ratio turbojet. Kini dari turbojet low by-pass ratio, berkembang menjadi triple-spool front fan high by-pass ratio turbojet atau lebih dikenal sebagai high bypass turbofan dan fanjet. Masih berupa konsep adalah mesin prop-fan dan UDF (unducted fan) dan contra rotating-fan.
Mesin turbojet adalah mesin jet yang paling sederhana, biasanya dipakai untuk pesawat-pesawat berkecepatan tinggi. Contoh dari mesin ini adalah mesin Rolls-Royce Olypus 593 yang digunakan untuk pesawat Concorde. Versi lain adalah mesin Marine Olympus yang memiliki kekuatan 28.000 hp (daya kuda atau setara dengan 21 MW) yang digunakan untuk menggerakkan kapal perang modern dengan bobot mati 20.000 ton dengan operasi berkecepatan tinggi.
[sunting] Mesin Turbofan
Mesin Turbofan adalah mesin yang umum dari turunan mesin-mesin turbin gas untuk menggerakkan pesawat terbang baik komersial maupun pesawat tempur. Mesin ini sebenarnya adalah sebuah mesin by-pass dimana sebagian dari udara dipadatkan dan disalurkan ke ruang pembakaran, sementara sisanya dengan kepadatan rendah disalurkan sekeliling bagian luar ruang pembakaran. Sekaligus udara tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu ruang pembakaran.
Udara yang di by-pass ini ada yang dicampur dengan udara panas pembakaran pada turbin bagian belakang seperti pada mesin Rolls-Royce Spey yang digunakan pada pesawat Fokker F-28. Ada pula yang disalurkan dengan pipa-pipa halus ke atmosfer. Mesin yang menggunakan type ini contohnya adalah mesin RB211 yang digunakan pada pesawat Boeing B 747 dan GE CF6-80C2 yang digunakan pada pesawat DC-10 serta P &W JT 9D.
Beberapa mesin yang menggunakan jenis mesin turbofan adalah Rolls-Royce Tay pada pesawat Fokker F-100 (yang dijuluki mesin fanjet), mesin Adour Mk871 yang digunakan pada pesawat tempur type Hawk Mk 100 dan Hawk Mk 200, pesawat tempur Jaguar dan Mitsubishi F-1 yang digunakan AU Jepang.
Kemudian mesin high by-pass turbofan yang diterapkan pada mesin CFM56-5C2 yang dipakai oleh pesawat Airbus A340 dan mesin CFM56-3 yang dipakai pada Boeing B-737 serie 300, 400 dan 500 yang merupakan produk bersama antara GE dengan SNECMA dari Perancis.
Pada pesawat militer, mesin turbofan yang diterapkan antara lain adalah mesin TF39-1C yang dipakai pada pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy, kemudian GE F110 yang dipakai pada F-16, GE F118 yang bertype non-augmented turbofan yang diterapkan pada pesawat pembom stealth Northrop-Grumman B-2 dan pembom B-1 dengan mesin non augmented turbofan GE F101.
[sunting] Mesin Turboprop
Mesin Turboprop adalah mesin turbojet dengan turbin tambahan yang dirancang sedemikian rupa untuk menyerap semburan sisa bahan bakar yang sebelumnya menggerakkan kompresor. Pada prakteknya selalu ada sisa semburan gas dan sisa inilah yang dipakai untuk mengerakkan turbin yang dihubungkan ke reduction gear, biasanya terletak di bagian mesin, memutar baling-baling.
Jenis mesin ini irit bahan bakar untuk pesawat berkecepatan rendah/sedang dan terbang rendah (400 mil per jam/30.000 kaki). Melalui teknologi maju, selain irit juga menghasilkan tingkat kebisingan yang rendah dan mampu meluncurkan pesawat degnan kecepatan 400 mil per jam.
Contoh mesin turboprop yang populer adalah mesin Rolls-Royce Dart yang dipakai pada pesawat Britih Aerospace atau BAe (dulu Hawker Siddeley) HS-748 dan Fokker F-27. Kemudian mesin Rolls-Royce Tyne yang digunakan pada pesawat jenis Transall C-160 dan BAe Vanguard.
Mesin jenis ini tenaganya diukur dengan total equivalent horsepower (tehp) atau kilowatt(kW)-shaft horsepower (shp) plus sisa daya dorong. Sebagai contoh, mesin Tyne dengan take-off power 4.985 tehp (3.720 kW) sampai 6.100 tehp (4.550 kW) merupakan mesin turpboprop yang paling kuat dan irit bahan bakar.
[sunting] Mesin Turboshaft
Mesin Turboshaft sebenarnya adalah mesin turboprop tanpa baling-baling. Power turbin-nya dihubungkan langsung dengan reduction gearbox atau ke sebuah shaft (sumbu) sehingga tenaganya diukur dalam shaft horsepower (shp) atau kilowatt (kW).
Jenis mesin ini umumnya digunakan untuk menggerakkan helikopter, yakni menggerakan rotor utama maupun rotor ekor (tail rotor) selain itu juga digunakan dalam sektor industri dan maritim termask untuk pembangkit listrik, stasiun pompa gas dan minyak, hovercraft, dan kapal.
Contoh mesin ini adalah GEM/RR 1004 bertenaga 900 shp yang diterapkan pada helikopter type Lynx dan mesin Gnome 1.660 shp (1.238 kW) pada helikopter Sea King. Sedangkan versi Industri lain adalah mesin pembangkit listrik 25-30 MW Rolls-Royce RB211 dengan 35.000-40.000 shp.
Contoh lain adalah mesin GE T64 yang dipakai pada helikopter Sikorsy CH-53, pesawat amfibi Shin Meiwa PS-1, G-222 Aeritalia-pesaing CN-235 dan helikopter Lockheed AH-56A.
[sunting]

Referensi
• Majalah Angkasa No.6 Maret 1999 Tahun IX

Friday, April 18, 2008

IMEDION

Rechargeable Batteries have an inherent characteristic to release their stored energy in small amounts (this phenomenon is called ‘self-discharge’). This property is particularly noticeable in rechargeable batteries such as Nickel Metal Hydride Batteries etc. as compared to dry cell batteries, hence disabling rechargeable batteries from becoming batteries that ‘customers can use immediately after purchase’.

For this reason, rechargeable batteries couldn’t be used unless charged after purchase and so lagged behind dry cells in convenience. This new product’s main property is that it has introduced great improvements in self-discharge properties (residual ratio after one year of non use is 85%*4, in temperature conditions of 20 degree Celsius according to MAHA research).

Through this breakthrough development, MAHA has realized a rechargeable battery that can challenge dry cell batteries in user-friendliness through features such as making possible use immediately after purchase or once charged, its ability to be used anytime.

How MAHA reduced the self-discharge of NiMH Batteries.

Modern Ni-MH batteries consist of two metal stripes ( anode and cathode ), which are separated by a non-conductive porous plastic foil ( separator ). These three stripes are laid on top of each other and are winded to a coil. This coil is put in a metal can and immersed with a liquid ( electrolyte ). Then the metal can is closed with a cap. The self discharge of Ni-MH batteries is caused by three main reasons:

* the chemical decomposition of the cathode,
* the natural disaggregation of the anode,
* Impurities of the anode.


Now, how has the self-discharge in the MAHA IMEDION been reduced?

The chemical decomposition of the cathode has been reduced substantially by the use of an advanced NEW Technology that has been refined by MAHA.

As an additional benefit this technology increases the electrical capacity of the battery and reduces the internal resistance, which allows higher discharge currents than older NiMH Batteries.

Another advantage of the reduced decomposition of this alloy is the fact, that less strategic metal is needed to stabilize the alloy.

The anode has been strengthened by another new material, which reduces the natural disaggregation.

Additionally the separator and the used electrolyte have been optimized for low self discharge of the Imedion.

Low self-discharge - the key-advantage


What makes the IMEDION different than older NiMH Batteries?

The key-advantage of the Maha Imedion compared to usual rechargeable batteries is its extremely low self-discharge.


The IMEDION will Retain Capacity... Even After 12 Months of non-use


Once charged, Imedion retains its charged capacity even after 6 or 12 months of storage
(90% plus of Charged Capacity retained after 6 months, 85% Capacity after 12 months).

IMEDION batteries are pre charged and are ready for immediate use after purchase, straight from the pack. Just like Primary Batteries. There is no need to charge-before-use.

Comparison of remaining capacity over time


Once charged, IMEDION keeps its charge even if you store it for 6 or 12 months.

( 90 per cent of the charge after 6 months, 85 per cent after 12 months )


For a rechargeable battery this is a revolutionary advantage.

No more worries about the state of charge of your battery.

Just, charge them and keep them.

Even after months you will still have an almost fully charged battery.


In contrast to a disposable battery the IMDEION can be charged 1000 times. This saves the environment and your purse.

Thus one IMEDION saves the waste of 1000 disposable batteries.



MAHA has been a market leader in nickel metal hydride batteries for the consumer market. The synergy of the following proprietary technologies of MAHA ENERGY in developing high capacity products has made the successful development of ‘Imedion’ possible:
1. high-performance negative electrode ‘superior alloy’
2. make-up of battery material and battery plates
3. maintain quality despite being out of use for a long time


These are a few of the technologies that have helped contain self-discharge during the period for which the battery is not in use. Furthermore, it also inhibits voltage reduction even after a long period of being out of use.


- MAHA IMEDION AAA 800 mAh Ultra Low Discharge
4 Battery Pack NiMH
1 Free 4 Cell Battery Case
@ $9.47


http://www.ek-gadgets.com/index.php?cPath=32_165
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=375562
http://sanyobattery.blogspot.com
http://kaskus.us/showpost.php?p=8292625&postcount=5
http://www.uniross.com/UK/info/Industrial/Division/0204

Thursday, March 13, 2008

Monday, February 18, 2008

aaeman Says: Your comment is awaiting moderation.
February 18th, 2008 at 11:55 am

Dhowey: rtrw.net? Pernah denger tuh tapi cuma adanya di Garut ya? Disekitar warnet aa banyak anak2 kost. Mereka ingin agar bisa nyantol secara narik kabel hub, buat bisa nge-net disaat aa dah tutup seliwat jam 23. Tapi dipikir lagi matak bikin fitnah aja. Pertama, mereka (baru 3 orang) maunya 100 ribu/bulan. Kedua, narik kabel dll urusan aa. Ketiga, gimana klo ada penyantol gelap? Keempat, kabel kan punya faktor redaman. Makin panjang makin gede daya redamannya. Begitu aa tawarin make wi-fi mereka langsung pada tepar. Gituh lho Bob en Dhowey…

http://bob.web.id/2008/01/18/internet-murah-di-bandung/#comments

Friday, December 07, 2007

TRIAC



1. TRIAC
Boleh dikatakan SCR adalah thyristor yang uni-directional, karena ketika ON hanya bisa melewatkan arus satu arah saja yaitu dari anoda menuju katoda. Struktur TRIAC sebenarnya adalah sama dengan dua buah SCR yang arahnya bolak-balik dan kedua gate-nya disatukan. Simbol TRIAC ditunjukkan pada gambar-6. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi-directional.
Gambar-6 : Simbol TRIAC
TRIAC bekerja mirip seperti SCR yang paralel bolak-balik, sehingga dapat melewatkan arus dua arah.
Pada datasheet akan lebih detail diberikan besar parameter-parameter seperti Vbo dan -Vbo, lalu IGT dan -IGT, Ih serta -Ih dan sebagainya. Umumnya besar parameter ini simetris antara yang plus dan yang minus. Dalam perhitungan desain, bisa dianggap parameter ini simetris sehingga lebih mudah di hitung.
Karakteristik TRIAC
TRIAC tersusun dari lima buah lapis semikonduktor yang banyak digunakan pada pensaklaran elektronik. TRIAC biasa juga disebut thyristor bi directional. TRIAC merupakan dua buah SCR yang dihubungkan secara paralel berkebalikan dengan terminal gate bersama.
Berbeda dengan SCR yang hanya melewatkan tegangan dengan polaritas positif saja, tetapi TRIAC dapat dipicu dengan tegangan polaritas positif dan negatif, serta dapat dihidupkan dengan menggunakan tegangan bolak-balik pada Gate. TRIAC banyak digunakan pada rangkaian pengedali dan pensaklaran.
TRIAC hanya akan aktif ketika polaritas pada Anoda lebih positif dibandingkan Katodanya dan gate-nya diberi polaritas positif, begitu juga sebaliknya. Setelah terkonduksi, sebuah TRIAC akan tetap bekerja selama arus yang mengalir pada TRIAC (IT) lebih besar dari arus penahan (IH) walaupun arus gate dihilangkan. Satu-satunya cara untuk membuka (meng-off-kan) TRIAC adalah dengan mengurangi arus IT di bawah arus IH.
2. DIAC
Kalau dilihat strukturnya seperti gambar-8a, DIAC bukanlah termasuk keluarga thyristor, namun prisip kerjanya membuat ia digolongkan sebagai thyristor. DIAC dibuat dengan struktur PNP mirip seperti transistor. Lapisan N pada transistor dibuat sangat tipis sehingga elektron dengan mudah dapat menyeberang menembus lapisan ini. Sedangkan pada DIAC, lapisan N di buat cukup tebal sehingga elektron cukup sukar untuk menembusnya. Struktur DIAC yang demikian dapat juga dipandang sebagai dua buah dioda PN dan NP, sehingga dalam beberapa literatur DIAC digolongkan sebagai dioda.
Gambar-8 : Struktur dan simbol DIAC

Sukar dilewati oleh arus dua arah, DIAC memang dimaksudkan untuk tujuan ini. Hanya dengan tegangan breakdown tertentu barulah DIAC dapat menghantarkan arus. Arus yang dihantarkan tentu saja bisa bolak-balik dari anoda menuju katoda dan sebaliknya. Kurva karakteristik DIAC sama seperti TRIAC, tetapi yang hanya perlu diketahui adalah berapa tegangan breakdown-nya.
Simbol dari DIAC adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar-8b. DIAC umumnya dipakai sebagai pemicu TRIAC agar ON pada tegangan input tertentu yang relatif tinggi. Contohnya adalah aplikasi dimmer lampu yang berikut pada gambar-9.
Gambar 9 : Rangkaian Dimmer
Jika diketahui IGT dari TRIAC pada rangkaian di atas 10 mA dan VGT = 0.7 volt. Lalu diketahui juga yang digunakan adalah sebuah DIAC dengan Vbo = 20 V, maka dapat dihitung TRIAC akan ON pada tegangan :
V = IGT(R)+Vbo+VGT = 120.7 V
Pada rangkaian dimmer, resistor R biasanya diganti dengan rangkaian seri resistor dan potensiometer. Di sini kapasitor C bersama rangkaian R digunakan untuk menggeser phasa tegangan VAC. Lampu dapat diatur menyala redup dan terang, tergantung pada saat kapan TRIAC di picu.


Oleh : Rabbania Hiksas – 8E

Tuesday, November 20, 2007


Portable Jump Starter
November 19th, 2007

The benefit of the Portable Jump Starter is to recharge a weak car battery.



Pros: Now you can jump start a car with a weak battery – without ever leaving the vehicle. The Portable Jump Starter is small enough to fit in your glove compartment. It easily plugs into your cars cigarette lighter port, and recharges your weak battery. The battery can be recharged enough for the vehicle to start in about ten minutes.

You do not need cumbersome battery cables. You do not even have to lift the hood of your car to recharge the battery with the Portable Jump Starter. The Portable Jump Starter is already charged up when you take it out of the box. After use, you can leave it plugged into your cigarette lighter for about thirty minutes to charge it back up, so that it is ready for the next use.

This is much better than a disposable battery charger, as you can use it over and over again. A green indication light on the charger will let you know whether the car battery is able to be recharged or not as well.

Cons: The Portable Jump Starter may not work. It does not have the ability to recharge a completely dead or damaged battery. Your cars cigarette lighter port must work, and many cars today do not have cigarette lighters installed in them. The Portable Jump Starter can also run out of juice, and takes about thirty minutes to recharge.

Guarantee: First Street has an easy return, 90 day money back guarantee. Once returns are received at the warehouse, it takes approximately 24 to 48 hours for the customer to receive credit, if the product was purchased with a credit card. If the purchase was made by check, the customer will receive a refund check to the original billing address.

Consumer: Men, boys and those who buy gifts for them (There are also many products for women.)

Visit the Portable Jump Starter web site
Sumber: http://www.christmasgiftfavorites.com/

aaeman Says:
Your comment is awaiting moderation.
Hi, what an idea. Proudly I have linked this onto my techno blog for such a future reference. Take care and have a great day.
Posted on November 20th, 2007 at 10:42 am

Tuesday, October 23, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 75 blogs, on date Okt 23, 2007. Hours 20.30
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

*Chichi, Most. Bajajbutut, 2nd. Blueberry, 3rd. PatLapat, 5th. ResepAlamiah, 6th. TebakManggis, 7th. *Adel, 8th. *Adel1, 9th. Aa-eman, 10th. AstridRahayu, 11st. Beberenjen, 12nd. BukitBluwek, 13rd. Cangehgar, 14th. DiaryPrenster, 15th. Gaby, 16th. Holistik, 17th. Iptek, 18th. Leona, 19th. Lili, 20th. ManaDimana, 21st. Mila, 22nd. Pancakaki, 23th. PondokRipi, 24th. Risanti, 25th. Silsilah, 26th. TulasTulis, 27th. Wisatas3, 28th.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Monday, October 22, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 75 blogs, on date Okt 22, 2007. Hours 12.00
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

Blueberry, Most. *Chichi, 2nd. AstridRahayu, 3rd. BajajButut, 4th. Gaby, 5th. Holistik, 6th. Leona, 7th. PondokRipi, 8th. TebakManggis, 9th. TulasTuilis, 10th. *Ade, 11. *Adel, 12nd. *Adel1, 13rd. *Aip, 14th. *Ntiz, 15th. Aa-eman, 16th. Aip, 17th. Alifka, 18th. Beberenjen, 19th. BioNecklace, 20th. BukitBluwek, 21st. Cangehgar, 22nd. DiaryPrenster, 23rd. Fahmi, 24th. Gerlong, 25th. Iptek, 26th. Lili, 27th. ManaDimana, 28th. Mila, 29th. Mocopot, 30th. Nia, 31st. Pancakaki, 32nd. ResepAlamiah, 34th. PatLapat, 33rd. Ria, 35th. Risanti, 36th. Silsilah, 37th. Technorati, 38th. Thunder, 39th. Wisatas3, 40th.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Sunday, October 21, 2007

Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 75 blogs, on date Okt 21, 2007. Hours 10.30
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)

*Ade, 2nd. *Adel, 3rd. *Adel1, 4th. *Antiz, 5th. Aa-eman, 6th. BajajButut, 7th. Beberenjen, 8th. BukitBluwek, 9th. Frizz, 10th. FSFahmi, 11st. Holistik, 12nd. Iptek, 13th. PatLapat, 15th. MyBlogLog, 17th. Pohaci, 18th. PondokRipi, 19th, Tanti, 20th. TebakManggis, 21st. Technorati, 22nd. Wisatas3, 23rd.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Friday, October 19, 2007




aa-eman
13th Oct 8:54 pm

Gantian ya Bob, kemarin aa ngasih ketupat sekarang minta lontong. Tahukah Bobby klo korespondensi ini aa simpan di http: / / leknan-adrian. blogspot. com/ ? Mana berhadiah lagi. Setiap tgl 27 Des diundi. Hadiah utamanya jalan2 20 hari ke Singapore (tapi sssttt jaga rhs ya Bob, biaya nya tanggung sendiri dulu ya. Aa lagi bokek.)

aa-eman
13th Oct 7:13 am

Makasih ya Bob. Aa masih blum ngerti sih. Tapi namanya juga elmu kudu ya aa kudu nyimak en belajar lagi atuh. Tul gak? Lebaran dah jalan2 kemana aja nih?



bakazero
14th Oct 6:14 am (reply | report spam | delete)

duh ga keluar euy script HTML na... liat tutorialnya aja di sini aa, di http://www.w3schools.com/html/html_links.asp

http://bob.web.id/
kitaklik.com
Most Popular Outgoing Link by MyBlogLog Click Tagging.
Ranking of 70 blogs, on date Okt 19, 2007. Hours 14.30
(vide URL http://renungansekilas.blogspot.com/)


*Adel, Most. *Aip, 2nd. Des1, 3rd. MyBlogLOg, 4th. Wisatas3, 5th. *Ade, 6th.*Adel1, 7th. *Ntiz, 8th. aa-eman, 10th. Beberenjen, 11st. Blueberry, 12nd. Bluwek, 13rd. Burma, 14th. Cangehgar, 15th. Gerlong, 16th. Iptek, 17th. PatLapat, 18th. Pohaci, 19th. Technorati, 20th.

Santa's Link Love: Santa's Link Love... Update Three
Technorati Profile

Tuesday, May 16, 2006




GLOBAL POSITIONING SYSTEM.
IP ADDRESS yang berupa sederet nomer itu bisa jadi merupakan bar-code yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti alamat dari satu situs pengalamatan pengguna jaringan internet tertentu. Hal serupa bisa diberlakukan terhadap nomer telepon tetap. Dengan peralatan elektronik yang semakin kecil namun canggih itu keberadaan satu alamat pengguna jaringan internet tertentu seharusnya bisa diketemukan dengan mudah dengan bantuan satu unit GPS yang biasa terpasang didalam kabin kemudi kendaraan. Hal ini bisa dilaksanakan terhadap para pengguna yang "nakal dan tak etis". Misalnya terhadap para teroris yang suka menyebar dan menebarkan ancaman terhadap masyarakat melalui jaringan Internet. Atau bahkan terhadap para pengguna iseng yang kurang kerjaan saja.
Cara kerjanya hampir seperti Radio Direction Finder yang suka digunakan dalan Fox-hunting.

Alamat pengguna Internet yang dirinci dalam WAN dan LAN menjadi bagian satuan terkecil dari sederet IP Adrress. Melalui satu Interface, data elektronik itu dengan mudah dibaca oleh satu unit penerima GPS yang kemudian data elektronik dari IP ditansformasikan menjadi Geo-posisi lalu ditampilkan sebagai lembar data entah pada LCD atau layar monitor CRT. Tampilan dari GPS khusus ini bisa dijadikan petunjuk akurat oleh satuan markas pengamanan dunia yang lalu berjenjang tersebar menjadi satuan pengaman lokal yang diperankan oleh satu kesatuan penyidik.

Bagaimana bentuk interface untuk keperluan pelacakan ini?
Para disainer IT akan dengan serius memperkirakannya karena akan berpotensi ekonomi prima.
Kita tunggu saja kemunculannya dipasaran dengan nama dagang Milandar1z Eyes ini.
Dengan demikian siapapun pengguna Internet bisa dilacak keberadaannya dengan lebih akurat.

Sunday, May 14, 2006



Lukisannya bagus2 lho, maklum namanya juga goresan palete seniman dunia.
Tentu asyik buat dipajang bersama posting manapun tinggal pilih yang pas.

http://www.artfacts.net/index.php/pageType/artistInfo/artist/38863

Friday, May 12, 2006




Dear Glediz.
Aku bingung lho, kamu itu kemana aja sih? Sibuk atau (aku kewatir nih) sakit? Kabarin dong.
Perihal Ionizer (Negative Ion Generator) kayaknya aku salah kopi paste deh.
Makanya kukutip saja aslinya dari URL http://www.emanator.demon.co.uk/bigclive/ioniser.htm


MAKE AN IONISER.

A negative ion generator is a device that emits a stream of negative ions into the air. The result is a cleaner fresher air due to the electrostatic settling of dust and the supposedly invigorating effect of breathing negative ions which are apparently found in abundance in the vicinity of waterfalls and mountain tops. In addition an ioniser can reduce airborne odours due to trace quantities of ozone produced at the tip of the ionisation needles.
The principle of ion generation is fiendishly simple. The electrical charge on an object is greatest at the sharpest point (that's why electrostatic generators favour big curvy domes for charge retention), so if a high negative voltage is applied to a sharp needle then the charge at the tip is so high that ions are literally thrown off and then repelled by the negative field on the needle. This results in a physical draught and a slight hissing noise. In a very dark room you will also see a faint purple corona glow on the needle tips.

Most technical wisdom suggests that while negative ions make you feel good, positive ions can cause headaches and nausea. This is why a negative ion generator can improve the perceived atmosphere in an office that has an unaturally high positive ion balance.
But enough of the quackery... Here's the data.




This is the basic circuit of most ionisers. It's basically a long Walton Cockroft style voltage multiplier running directly from the 220/240V mains supply, which has it's high voltage output applied to the emitter needles via a couple of high voltage high value resistors (usually 10 Megohm). The resistors are there for safety to limit the current if someone touches the needles.


The multiplier usually consists of 22 to 30 capacitors and diodes (the sketch above has been simplified) and the capacitors are rated for about 630V DC, although most mains suppression capacitors rated for 275V AC seem to work just fine. The diodes are generally IN4007's which are standard 1A diodes rated at 1000V. In most cheap commercial ionisers the capacitors are rated at 10nF (0.01uF) but in my own designs I tend to use 100n and 220n capacitors for a much greater output.
The optional output indicator is a simple circuit that uses a capacitor, resistor and neon indicator lamp to monitor the amount of current flowing to the emitter needles. It relies on the fact that the potential difference across the circuit charges the capacitor until the strike threshold of the neon lamp is achieved. The resistor limits the current through the neon lamp which then discharges the capacitor until the voltage is too low to keep the lamp lit. The speed at which the lamp flashes is thus directly proportional to the current flow.

The power consumption of an ioniser like this is so low that it can be virtually considered as being zero.

Remember that capacitors store charge and in this case it is at a high voltage. The circuit will hold a charge after being disconnected from the mains supply and can give you a nip. If you are going to work on it then it's a good idea to remove most of the residual charge by shorting the emitter needles to the other end of the ioniser with a bit of wire.
This is my first ioniser, it's an older model Mountain Breeze ioniser made in Britain. It claims to precipitate dust out of the air over a 20' (6 metre) square area and warns that the unit is sealed and requires specialist tools for servicing.
It was sealed too, but one quick crack with a screwdriver and it popped open nicely. It uses the standard layout of 10n caps, IN4007 diodes and two 10M resistors connected to a cluster of
needles. Most ionisers of this type tend to use only about 22 capacitors since they seem to regard this as the minimum they can get away with. This is possibly to keep the ozone emissions from the needle corona low, but is more likely to keep the cost of manufacture down!
Here's a close-up of the safety resistors between the voltage multiplier and the output needles.
Modern versions of the same brand and many other brands have ditched the circuit board completely, and just hard-wire the components together like this. This approach to manufacture makes the circuitry much cheaper and has significant advantages of isolation between high voltage parts.
This is the mains end of a multiplier that I hard wired together using 30 220n capacitors. If you attempt to assemble your own multiplier in this manner, then be careful to tin all the connections with solder before assembling them since soldering four loose connections together can be quite awkward, even when the capacitors have been stuck together rigidly.
As a timely reminder, the diodes should all point with their marker band towards the mains end of the multiplier to ensure that the high voltage end is at a negative potential.
This particular voltage multiplier was slid into the casing of a dead fluorescent light batton for use as a compact source of HT for an ozone generator.
This on the other hand is a PCB based voltage multiplier built with 30 100n capacitors some time ago. It was fitted into a piece of drainage piping and used as a powerful ioniser.
Commercial ionisers have to shield their emitter needles for safety and this can affect their output by restricting the airflow in the vicinity. But this home built ioniser doesn't suffer from this restriction!
You can get quite artistic and creative with your emitter designs.
This rather interesting variant on a normal ioniser has two voltage multipliers. The red one generates the high negative ionisation voltage, while the blue one generates a much lower positive voltage which is applied to a metal mesh on the base.
The mesh on the base is then covered with disposable paper mats, and the fact that it is at a lower potential than the natural ground means that the negatively charged dust tends to gather on the paper instead of the surrounding furniture. (theoretically)
A kit ioniser from many moons ago. This neat design packs a lot of ioniser into a very small space, but compromises on electrical separation in doing so.


HOME


Dear Glediz.
URL http://www.emanator.demon.co.uk/bigclive/ioniser.htm, menggambarkan perakitan Ionizer yang sederhana saja. Namun bermanfaat untuk membangkitkan Negative Ion bagi kesehatan. Buka deh dan amati, disana juga tertulis pengaruh Positive Ion bagi gangguan kesehatan emosi. Lalu kenapa gak kita coba bikin aja manatahu bisa jadi jalan bagi harapan usaha bersama. Tul gak? Kebanyakan info bikin Diz puyeng ya? Aku lagi coba penuhi harapan Diz. Kasih perhatian abiiizzz kepada Diz. Sayang aaabiiizzz sama Diz, dst aaabbiiiissss sama Diz. Namanya juga usaha kok, tapi kalau Diz izin kan ya. Makanya kasih tahu dong cara penulisan yang Diz suka, biar daya bahasa kita bisa langsung nyambung. Semoga segala upaya kita juga bisa langsung lancar.

Dear Glediz.
Static charge yang berasal dari semua peralatan listrik rumah tangga, akan sangat berpengaruh terhadap kondisi emosi pemiliknya yang tinggal diantara peralatan listrik itu. Static/iondetector ini akan sangat bermanfaat untuk memastikan kondisi listrik statis. Dengan memproduksi juga Negative Ion Generator, maka semoga penjualan produk akan menjadi lebih mudah dan efektif. Gimana menurut Glediz?

Static Electricity / Negative Ion Detector


Notes
This circuit relies upon the extra high input impedance of a FET, and also demonstrates
the gate terminals sensitivity to changes in voltage. The gate terminal here is left open circuit, connected only to the "probe" this being just a few inches of bare copper wire. With no fixed DC biasing, the gate terminal will respond to micro changes in voltage or "field strength". It is important not to make this circuit on veroboard or PCB material as this will reduce the effective gate impedance. Instead use an "open" construction technique soldering each component
together. The probe should not be touched directly and is best insulated in a plastic pen sleeve.
As static electricity can have either a positive or negative charge, the meter used
should be a centre zero type. Full scale deflection can be 1mA or 250uA for greater sensitivity. Remove the meter and use a multimeter to measure the voltage between FET drain and the preset resistor. Adjust the preset for 0 volts and then replace the meter. This will avoid "bending" the needle.

If placed in a room the meter will detect changes in static charge, positive charge
deflecting the needle one way and negative the other way. You can test the circuit by
placing the unit say 5 feet away from a TV set. When switched on, the meter needle should
jump to full scale deflection and then drop down again. If you have a room ioniser, its output
can be monitored by moving the probe in front of it. As the detector responds to changes in charge, you may need to move the detector around to see the effect, but it will prove the
output from such an ioniser.

URL http://www.zen22142.zen.co.uk/Circuits/Misc/staticdet.htm

Thursday, May 11, 2006


Dear Glediz.
Ini juga URL yang menyediakan electronics circuit diagram.
Semoga berkembang menjadi pemicu bagi idea apa saja.
Aku lagi cari sekira yang nyambung dengan proyek polusi yang lagi Diz kembangkan itu.
Diz bantu doain ya. Wisaslak.

URL http://www.zen22142.zen.co.uk/schematics.htm

Automatic Retransmitting Makeshift Repeater

Circuit : Miroslav Adzic
Email :

Description:
This circuit will be of interest to the radio amateur and anyone posessing two radios, (one of which must be able to transmit i.e. a transceiver). It is a self powered (audio derived) repeater circuit for receiving a signal and re-transmitting it via the other radio.





Notes:
This little circuit can turn two hand-held radios into a makeshift repeater. Any radio will work fine as Radio 1, but Radio 2 must be a Yaesu, or some other type that also goes on the air when its microphone input is shunted with 1-2 kiloohms.

As soon as a radio signal opens Radio 1's squelch circuit, a tiny amount of energy stolen from the audio signal turns on the MOSFET and it conducts as long as the audio is present. While it conducts, Radio 2 is on the air, retransmitting the content supplied by Radio 1 through C1 and P1.

The BS108 has a conveniently low G-S threshold voltage. The other components' characteristics are not critical, but it would be wise to stay close to the values shown in the picture, or at least take them as a starting point for testing.


Halo Diz.
URL dibawah ini berisi sejumlah electronics-diagram.
Diantaranya 4 channel dimmer yang tentu bagus buat ngatur kecerahan lampu listrik di kamar kamu. Atau di ruang baca agar kian nyaman saja buat Glediz.

http://www.commlinx.com.au/schematics.htm